Model Bisnis dan Sistem Manajemen Pelayanan
A.
Model Bisnis
1.
Pengertian
Model
bisnis menggambarkan pemikiran tentang bagaimana sebuah organisasi menciptakan,
memberikan, dan menangkap nilai-nilai baik itu nilai ekonomi, sosial, ataupun
bentuk-bentuk nilai lainnya. Istilah model bisnis dipakai untuk ruang lingkup
luas dalam konteks formal dan informal untuk menunjukkan aspek inti suatu
bisnis, mencakup maksud dan tujuan, apa yang ditawarkan, strategi,
infrastruktur, struktur organisasi, praktik-praktik niaga, serta
kebijakan-kebijaan dan proses-proses operasional.
Model
bisnis menentukan bagaimana cara dan nilai apa saja yang ditambahkan oleh suatu
perusahaan dalam menawarkan produk maupun jasa yang ditawarkan oleh perusahaan
tersebut.
2.
Paradigma baru
Model
bisnis tidak hanya berupa jual dan beli melalui internet saja, namun lebih
berbicara tentang model bisnis dan struktur bisnis apa yang paling cocok bagi
perusahaan dengan bantuan internet untuk mencapai posisi pasar yang lebih baik.
Model bisnis lama dengan model bisnis masa kini jelas berbeda jauh. Perbedaanya
yaitu model bisnis lama atau industri lama atau yg lebih dikenal dengan ekonomi
industri lebih cenderung ke dalam
industri sedangkan dengan model bisnis masa kini atau lebih dikenal dengan era
informasi tidak memerlukan banyak model besar karena situs-situs penyedia
informasi sudah cukup banyak.
3.
Tipologi Model-model Bisnis
Tapscott et al.(2000) menggolongkan tipologi model bisnis secara
elektronik (e-business) k edalam lima
macam model berdasarkan tingkat kontrol ekonomis dan tingkat nilai
integrasinya.
a.
Agora adalah
suatu e-business yang merupakan suatu tempat dimana pembeli dan penjual bertemu
untuk melakukan transaksi.
b.
Agregasi (Aggregations) adalah e-business yang menggabungkan beberapa pemasok ke dalam satu buah
toko online yang nyaman.
c.
Aliansi (Alliance) adalah kerjasama beberapa
anggota untuk mencapai tujuan teertentu.
d.
Rantai Nilai (Value Chain) adalah jaringan integrasi
vertikal yang menambah nilai ke input berikutnya. Rantai nilai ini akan
menyampaikan bagaiman nilai-nilai kepada pelanggan yaitu nilai-nilai yang dapat disediakan oleh
perusahaan disekitar produk atau jasa yang dijual seperti :
1)
Harga
2)
Kecepatan
layanan
3)
Personalisasi
4)
Nyaman
e.
Jaringan Distrubusi
(Distrubutive Network) menyediakan
jasa mengalokasikan dan mendistribusikan daripada memproduksi dan membeli
barang, jasa dan informasi. Pengelompokan lainnya dari model e-business adalah mengelompokkannya
berdasarkan siapa yang berpartisipasi dalam transaksi yaitu B2C (Business to Consumer) dan B2B (Business to Business). Modelnnya adalah
:
1)
Penyedia
infrastruktur.
2)
Toko online
3)
Pengumpul isi
atau pengagregasi isi
4)
Penyedia isi
4.
Perubahan Model Bisnis
Perubahan
model bisnis disini adalah sistem atau cara yang digunakan. Di perubahan model
bisnis sekarang lebih canggih yaitu memanfaatkan teknologi yang ada yaitu
mengunakan jaringan internet.
5.
Pengertian Nilai
Nilai
dari suatu sistem informasi bagi suatu bisnis dan juga keputusan untuk
melakukan investasi dalam sistem informasi yang baru sebagian besar ditentukan
oleh sejauh mana sistem akan mendorong ke arah keputusan manajemen yang lebih
baik, proses bisnis yang lebih efisien dan profitabilitas perusahaan yang lebih
tinggi.
6.
Tren Kedepan
a.
Kategori Tren: Pelanggan
1)
Beragam Pilihan
(More Products Choices)
Seiring
dengan meningkatnya daya dan perhatian konsumen, perusahaan berusaha
menyediakan berbagai variasi produk dan jasa, beserta kustomisasi produk.
2)
Pelayanan Yang
Cepat (Faster Service)
Dengan
adanya aplikasi dari e-business akan
mempercepat pelayanan yang dapat diberikan kepada konsumen.
3)
Solusi Terintegrasi
(Integrated Solutions)
Konsumen
tidak lagi butuh retail lain atau toko lain yang memberikan yang terbaik,
konsumen menginginkan layanan bisnis yang terintegrasi model one-stop-shopping.
4)
Swalayan (Self-Service)
Keinginan
konsumen dapat berbelanja kapan saja, dimana saja, selama tersambung dengan
internet. Waktu yang dihabiskan untuk perjalanan ke mall, sulitnya mencari
tempat parkir, hingga kemacetan lalu lintas berkurang.
b.
Kategori Tren: e-Service
1)
Jasa Pengantaran
Yang Nyaman dan Persyaratan Yang Fleksibel (Flexible
Fullfilment & Convinient Service Delivery)
Supply Chain Management adalah solusi lebih dekat kepada konsumen, mengurangi
pemborosan dalam supply chain (waktu,
persediaan, dsb), akses informasi real-time
dengan konsumen, dan membentuk rekanan dengan koordinasi virtual.
2)
Penjualan &
Layanan (Integrated Sales & Service)
Konsumen
sekarang menginginkan informasi yang cepat, akurat, konsisten dan mereka
mengharapkan layanan sebelum dan sesudah membeli.
3)
Dukungan Yang
Tanpa Celah (Seamless Support)
Pada
bisnis yang berfokus kepada konsumen, seorang manajer harus memahami bahwa konsumen
menghargai waktu mereka dan konsumen semakin tidak toleran terhadap layanan
yang kurang memuaskan.
4)
Meningkatkan Keterbukaan
Proses Bisnis (Increased Process
Visibility)
Menyediakan
konsumen terhadap akses yang akurat terhadap informasi waktu tentang status
order, penetapan harga produk, dan ketersediaan produk.
c.
Kategori Tren:
Organisasi
1)
Kontrak Produksi
(Contract Manufacturing)
Tujuan
dari perusahaan untuk memindahkan dari fokus terhadap modal atau asset-intentsive (manufacturing), ke fokus terhadap pengetahuan dan marketing-intensive (marketing).
2)
Distribusi Virtual
(Virtual Distribution)
Dengan
menggabungkan mekanisme distribusi dan transaksi untuk menguasai suatu pasar,
distributor virtual memanfaatkan
kemampuan web dalam menciptakan suatu pasar efisien yang tidak hanya dapat
menghubungkan pembeli dan penjual, namun juga teknologi, informasi, dan
aktivitas dagang.
3)
Pemberdayaan Dari
Luar Atau Alih Daya (Outsourcing)
Outsourcing memberikan fondasi atas penciptaan perusahaan virtual, inti dari konsep e-business.
d.
Kategori Tren:
Tenaga Kerja
1)
Mempertahankan Karyawan
Berbakat (Keeping Talented Employees)
Mempertahankan
budaya kerja yang dapat mengarahkan pada kesuksesan dan inovasi bukan lagi
suatu syarat yang harus dipenuhi untuk perusahaan, melainkan suatu keharusan
dalam dunia e-business.
2)
Mempekerjakan Yang
Terbaik (Hiring The Best And Brightest)
Perusahaan
besar yang mulai merambah e-commerce
mengalami kesulitan untuk merekrut karyawan yang berbakat.
e.
Kategori Tren:
Teknologi Perusahaan
1)
Integrasi Saluran
(Multichannel Integration)
Integrasi
layanan berarti menyediakan standar layanan pelanggan berkualitas tinggi disemua
saluran. Integrasi saluran merupakan suatu yang penting karena adanya
distribusi informasi tentang bisnis dan transaksi yang akan memberikan
kemudahan untuk berbagai pelanggan, dimana saja, kapan saja.
2)
Aplikasi Penghubung
(Middleware)
Untuk
mempertemukan bisnis dan teknologi terkadang diperlukan suatu aplikasi
penghubung, beberapa sebab diperlukannya aplikasi penghubung antara lain karena
sistem lama yang tidak memungkinkan atau sulit untuk diganti sehingga
diperlukan aplikasi penghubung antara sistem lama dengan sistem baru yang akan
dipasang.
3)
Aplikasi Perusahaan
Yang Terintegrasi (Integrated Enterprise
Applications)
Selama
beberapa dekade telah ditunjukkan bahwa perusahaan yang menginginkan optimasi
proses bisnis akan melakukan integrasi dalam segala fungsi. Hal ini akan terus
berlanjut ke masa depan, paket-paket software
untuk integrasi perusahaan pun telah banyak bermunculan seperti SAP dan
PeopleSoft yang membantu perusahaan dalam proses integrasi tidak hanya pada
fungsi perusahaan, namun juga dengan pihak eksternal yang berhubungan dengan
perusahaan, seperti supplier, partner dan pelanggan.
f.
Kategori Tren:
Teknologi Umum
1)
Aplikasi Informasi
dan Komputer Tangan (Handheld Computing
& Information Appliances)
Para
konsumen meminta akses informasi yang lebih mudah, lebih kritis, personal, dan
profesional. Peningkatan kebutuhan untuk produktivitas dan konektivitas ”kapan
saja , dimana saja” telah memberikan jalan pada alat-alat komunikasi yang mudah
digenggam.
2)
Penyedia Jasa
Aplikasi (Application Service Provider)
Pengambilan
keputusan dalam penggunaan aplikasi informasi perusahaan telah berkembang yang dulunya make versus buy berubah menjadi make versus buy versus rent.
3)
Aplikasi Web
Nirkabel (Wireless Web Applications)
Bisnis
di masa depan lebih berbentuk mobile,
terintegrasi dan personal. Dengan semakin menjamurnya infrastruktur nirkabel,
era baru pemanfaatan berbagai gelombang udara untuk melakukan bisnis antara
konsumen dan perusahaan.
4)
Konvergensi Infrakstruktur
(Infrastructure Convergence)
Tren
besar dalam infrastruktur untuk e-business
adalah penggabungan dari berbagai data dan jaringan.
7.
Pengembangan Model-model Bisnis
a.
Keutungan apa
saja yang bisa diperoleh bagi pengelola dan pengguna melalui social networking
b.
Bagaimana
tahapan-tahapan yang rinci dalam mengembangkan model bisnis mulai dari
persiapan hingga implementasi.
c.
Model bisnis
yang bagaimana sesuai dengan karakter bangsa dan cocok diterapkan
d.
Teknologi
informasi dan komunikasi bagaimana yang terkait erat dengan teknologi model
bisnis dimana pengaruhnya sangat besar dalam pengembangan model bisnis
e.
Faktor apa saja
yang perlu diperhatikan dalam mendesain situs model bisnis agar pengakses
mendapatkan kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi
B.
Sistem Manajemen Pelayanan
1.
Service (Pelayanan)
ITIL
mendefinisikan layanan sebagai sarana penyampaian nilai kepada pelanggan dengan
memfasilitasi hasil untuk memberikan kepuasan melalui pelayanan yang diberikan
seseorang secara memuaskan.
Hasil
yang diinginkan pelanggan untuk mencapai ini adalah alasan mengapa mereka
membeli atau menggunakan service.
Biasanya ini akan dinyatakan sebagai tujuan bisnis tertentu (misalnya untuk
memungkinkan pelanggan dari bank untuk melakukan semua transaksi dan manajemen account aktivitas online atau untuk memberikan pelayanan negara kepada warga dengan
cara yang hemat biaya). Nilai layanan kepada pelanggan secara langsung
tergantung pada seberapa baik layanan memfasilitasi hasil ini.
Ini
adalah konsep umum yang berlaku untuk pembelian layanan. Mempertimbangkan
perencanaan keuangan. Sebagai pelanggan, tidak memiliki keahlian atau waktu,
maupun keinginan untuk menangani semua hari-hari pengambilan keputusan dan
pengelolaan investasi secara individu yang diperlukan.
Oleh
karena itu, membeli jasa seorang manajer profesional untuk memberikan
pelayanan. Selama Kinerja mereka memberikan nilai (meningkatkan kekayaan) akan
dipertahankan untuk terus dipakai pelayanannya.
Di
masa mendatang, penyedia layanan sering berfokus pada teknis (sisi penawaran)
berpusat pada layanan, bukan pada sisi konsumsi.
Manajemen
Pelayanan dapat menyediakan pelayanan sebagai berikut:
a.
Memahami layanan
yang mereka sediakan baik dari konsumen dan perspektif penyedia
b.
Memastikan bahwa
layanan benar-benar agar peanggan mendapatkan yang diinginkan
c.
Memahami nilai service tersebut kepada pelanggan mereka
dan karna mereka yang terpenting
d.
Memahami dan
mengelola semua biaya dan resiko yang berkaitan dengan pemberian layanan
tersebut.
2.
Manajemen Pelayanan
Manajemen
pelayanan adalah seperangkat kemampuan organisasi khusus untuk memberikan hasil
kepada pelanggan dalam bentuk layanan. Kemampuan Khusus Organisasi ini meliputi
proses, kegiatan, fungsi dan peran yang menggunakan penyedia layanan dalam
memberikan layanan kepada pelanggan mereka, serta kemampuan untuk membangun
struktur organisasi yang cocok, mengelola pengetahuan dan memahami bagaimana
memfasilitasi hasil yang menciptakan nilai.
Meskipun
tidak ada definisi tunggal profesi, profesi diterima secara luas bahwa kata
profesi berlaku di mana sekelompok orang berbagi standar umum dan disiplin
berdasarkan tingkat tinggi pengetahuan dan keterampilan, yang diperoleh dari
skema pendidikan terorganisir didukung oleh pelatihan melalui pengalaman dan
diukur dan diakui melalui kualifikasi formal. Selain itu, profesi berusaha
untuk menggunakan pengaruhnya melalui pengembangan pedoman praktik yang baik
dan saran dalam rangka meningkatkan standar kinerja di bidang yang diberikan.
Manajemen
layanan memiliki hak yang jelas untuk menganggap dirinya sebagai sebuah
profesi, dan latihan disiplin manajemen pelayanan sebagai praktek profesional
dilakukan dan didukung oleh komunitas global ditarik dari semua sektor pasar.
Ada tubuh yang kaya pengetahuan dan pengalaman termasuk skema formal untuk
pendidikan individu.
3.
ITSM (Information
Technology Service Management)
ITSM
adalah suatu metode pengelolaan sistem teknologi informasi (TI) yang secara
filosofis terpusat pada perspektif konsumen layanan TI terhadap bisnis
perusahaan. ITSM merupakan kebalikan dari pendekatan manajemen TI dan interaksi
bisnis yang terpusat pada teknologi. Istilah ITSM tidak berasal dari suatu
organisasi, pengarang, atau pemasok tertentu dan awal penggunaan frasa inipun
tidak jelas kapan dimulainya.
ITSM
berfokus pada proses dan karenanya terkait dan memiliki minat yang sama dengan
kerangka kerja dan metodologi gerakan perbaikan proses (seperti TQM, Six Sigma,
Business Process Management, dan
CMMI). Disiplin ini tidak memedulikan detail penggunaan produk suatu pemasok
tertentu atau detail teknis suatu sistem yang dikelola, melainkan berfokus pada
upaya penyediaan kerangka kerja untuk menstrukturkan aktivitas yang terkait
dengan TI dan interaksi antara personel teknis TI dengan pengguna teknologi
informasi.
ITSM
umumnya menangani masalah operasional manajemen teknologi informasi (kadang
disebut operations architecture) dan
bukan pada pengembangan teknologinya sendiri. Contohnya, proses pembuatan
perangkat lunak komputer untuk dijual bukanlah fokus dari disiplin ini,
melainkan sistem komputer yang digunakan oleh bagian pemasaran dan pengembangan
bisnis di perusahaan perangkat lunak-lah yang merupakan fokus perhatiannya.
Banyak pula perusahaan non-teknologi, seperti pada industri keuangan, ritel dan
pariwisata, yang memiliki sistem TI yang berperan penting, walaupun tidak
terpapar langsung kepada konsumennya.
Sesuai
dengan fungsi ini, ITSM sering dianggap sebagai analogi disiplin ERP pada TI,
walaupun sejarahnya yang berakar pada operasi TI dapat membatasi penerapannya
pada aktivitas utama TI lainnya seperti manajemen portfolio TI dan rekayasa
perangkat lunak.
4.
ITIL CORE
Service
Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana
memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam
memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai
sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk
prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti
yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service
Lifecycle.
Topik-topik
yang dibahas dalam tahapan lifecycle
ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan
karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan,
konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang
dicakup dalam Service Strategy, di
samping topik-topik di atas adalah:
a.
Service Portfolio Management
b.
Financial Management
c.
Demand Management
Bagi
organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan
atau sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta
untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana
perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.
Bagi
organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai
panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung) ITSM di organisasinya, serta
untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.
Service Design agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada
pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain
dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service
Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara
sistematis dan best practice
mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip
dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi
TI dan bisnis menjadi portofolio atau koleksi layanan TI serta aset-aset
layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang
lingkup service design tidak melulu
hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan
maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari
layanan.
Proses-proses
yang dicakup dalam Service Design
yaitu:
a.
Service Catalog Management
b.
Service Level Management
c.
Supplier Management
d.
Capacity Management
e.
Availability Management
f.
IT Service Continuity Management
g.
Information Security Management
Service Transition Service Transition
menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta
kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan
TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran
bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam service strategy kemudian dibentuk dalam service design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan
dalam service operation.
Proses-proses
yang dicakup dalam service transition
yaitu:
a.
Transition Planning and Support
b.
Change Management
c.
Service Asset & Configuration Management
d.
Release & Deployment Management
e.
Service Validation
f.
Evaluation
g.
Knowledge Management
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian
pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada
bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin
tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya.
Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI
serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja
layanan TI.
Proses-proses
yang dicakup dalam service transition
yaitu:
a.
Event Management
b.
Incident Management
c.
Problem Management
d.
Request Fulfillment
e.
Access Management
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun
serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan
pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari
manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act
(PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming
Quality Cycle.
5.
Material Pelengkap
Meskipun
materi dalam inti kemungkinan akan tetap cukup konstan, bahan pelengkap
cenderung lebih dinamis. bahan pelengkap mungkin mengambil bentuk buku atau
bahan berbasis web dan dapat bersumber dari industri yang lebih luas, Contoh
bahannya seperti daftar istilah, model proses, proses template, deskripsi peran, studi kasus, ikhtisar sasaran dan alat
bantu belajar untuk lulus ujian. Ini biasanya akan secara resmi ditugaskan dan
diterbitkan oleh The Stationery Office
(TSO). Publikasi lain yang berfokus pada spesifik pasar sektor, teknik atau
teknologi yang lebih mungkin untuk diproduksi oleh organisasi seperti ITSMF
atau oleh vendor masyarakat.
6.
Material Istimewa
Terlepas
dari ISO / IEC 20000 standar, ITIL juga melengkapi banyak standar lainnya,
kerangka dan pendekatan. Tujuannya untuk pengembangan wawasan dan bimibingan
untuk perusahaan, banyak pendekatan komplementer seperti :
a.
Balanced Scorecard
Sebuah
alat manajemen yang dikembangkan oleh Dr. Robert Kaplan dan Dr. David Norton.
Balanced scorecard memungkinkan strategi untuk dipecah menjadi indikator
kinerja utama (KPI). Kinerja terhadap KPI digunakan untuk menunjukkan seberapa
baik strategi yang sedang dicapai. Sebuah balanced
scorecard memiliki empat bidang utama, yang masing-masing dianggap pada
berbagai tingkat detail seluruh organisasi.
b.
COBIT
Control objectives untuk teknologi informasi dan terkait memberikan
bimbingan dan praktik terbaik untuk pengelolaan proses TI. COBIT diterbitkan
oleh Institut IT Governance.
c.
CMMI-SVC
Capability maturity model integrasi adalah proses perbaikan Pendekatan
yang memberikan organisasi unsur-unsur penting untuk perbaikan proses yang
efektif. CMMI-SVC adalah varian yang ditujukan untuk pendirian layanan,
manajemen, dan pengiriman.
d.
EFQM
The European Foundation for Quality
Management merupakan framework untuk sistem manajemen
organisasi.
e.
eSCM-SP
eSourcing Model Kemampuan untuk Penyedia Layanan kerangka
kerja untuk membantu penyedia layanan TI mengembangkan kemampuan manajemen
layanan TI mereka dari perspektif layanan sumber.
f.
ISO 9000
Sebuah
generik standar manajemen mutu, dengan yang ISO / IEC 20000 sejajar.
g.
ISO / IEC 19770
Standar
software asset management, yang
selaras dengan ISO / IEC 20000.
h.
ISO / IEC 27001
ISO
spesifikasi manajemen keamanan informasi. Itu kode yang sesuai praktek adalah
ISO / IEC 17799.
i.
Bersandar
Praktek
produksi berpusat di sekitar menciptakan nilai lebih banyak dengan sedikit
kerja.
j.
PRINCE2
Standar
metodologi pemerintah Inggris untuk proyek pengelolaan.
k.
SOX
Kerangka
sarbanes-oxley untuk tata kelola perusahaan.
l.
Six Sigma
Strategi
manajemen bisnis, awalnya dilaksanakan oleh Motorola, yang saat ini menikmati
aplikasi luas di berbagai sektor industri.
7.
THE ITIL SERVICE MANAGEMENT MODEL
Semua
layanan harus didorong semata-mata oleh kebutuhan bisnis dan dinilai dengan
nilai yang mereka berikan kepada organisasi. Oleh karena itu pengambilan
keputusan terletak pada bisnis. Dalam konteks ini, layanan juga harus mencerminkan
strategi didefinisikan dan kebijakan dari organisasi penyedia layanan, yang
sangat signifikan bagi penyedia eksternal.
Peningkatan
pelayanan terus-menerus mengidentifikasi peluang untuk perbaikan yang mungkin
timbul di mana saja dalam salah satu tahap siklus hidup berdasarkan pengukuran
dan pelaporan efisiensi, efektivitas, efektivitas biaya dan kepatuhan layanan
sendiri, teknologi yang digunakan dan proses manajemen layanan yang digunakan
untuk mengelola komponen ini. Meskipun pengukuran yang diambil selama tahap
operasi, perbaikan dapat diidentifikasi untuk setiap fase dari siklus hidup.
Sumber:
Business Model Generation, A. Osterwalder, Yves Pigneur, Alan Smith, and 470 practitioners from 45 countries, self published, 2009
http://files.businessmodeldesign.com/publications/The%20Business%20Model%20Ontology%20a%20proposition%20in%20a%20design%20science%20approach.pdf
http://mysim2322.blogspot.com/2017/12/model-bisnis.html
https://gustianhd.wordpress.com/2016/04/17/manajemen-pelayanan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar