Minggu, 30 Desember 2018

Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme


Prasangka, Diskriminasi dan Etnosentrisme

A.    Prasangka

Prasangka sosial adalah penilaian terhadap kelompok atau seorang individuyang terutama didasarkan pada keanggotaan kelompok tersebut, artinya prasangkasosial ditujukan pada orang atau kelompok orang yang berbeda dengannya ataukelompoknya. Prasangka sosial memiliki kualitas suka dan tidak suka pada objek yang diprasangkainya, dan kondisi ini akan mempengaruhi tindakan atau perilakuseseorang yang berprasangka tersebut.Ciri-ciri prasangka sosial menurut Brigham (1991) dapat dilihat darikecenderungan individu untuk membuat kategori sosial (social categorization). Kategori sosial adalah kecenderungan untuk membagi dunia sosial menjadi duakelompok, yaitu “kelompok kita” (in group) dan “kelompok mereka” (out group).

In group adalah kelompok sosial di mana individu merasa dirinya dimiliki ataumemiliki (“kelompok kami”), sedangkan Out group adalah grup di luar grupsendiri (“kelompok mereka”).Sumber penyebab prasangka secara umum dapat dilihat berdasarkan tigapandangan, yaitu:
1.      Prasangka Sosial
2.      Prasangka Emosional
3.      Prasangka Kognitif

Proses pembentukan prasangka sosial menurut Mar’at (1981) dipengaruhi olehbeberapa faktor yaitu;
1.      Pengaruh Kepribadian
2.      Pendidikan dan Status
3.      Pengaruh Pendidikan Anak oleh Orangtua
4.      Pengaruh Kelompok
5.      Pengaruh Politik dan Ekonomi
6.      Pengaruh Komunikasi
7.      Pengaruh Hubungan Sosial

Prasangka merupakan hasil dari interaksi sosial, maka prasangka sebagianbesar disebabkan oleh faktor sosial. Berikut terdapat beberapa teori psikologi yangdapat menjelaskan bagaimana faktor sosial yang telah dijelaskan diatas dapatmenyebabkan munculnya prasangka dan mengapa prasangka muncul dalaminteraksi sosial, yaitu : teori konflik realistik, teori belajar sosial, teori kognitif,teori psikodinamika, teori kategorisasi sosial, teori perbandingan sosial, teoribiologi dan devrisasi relatif.Dengan adanya prasangka sosial akan mempengaruhi sikap dan tingkah lakuseseorang dalam berbagai situasi. Prasangka sosial dapat menjadikan seseorangatau kelompok tertentu tidak mau bergabung atau bersosialisasi dengan kelompok lain. Apabila kondisi tersebut terdapat dalam organisasi akan mengganggukerjasama yang baik sehingga upaya pencapaian tujuan organisasi kurang dapatterealisir dengan baik.

B.     Diskriminasi

Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia, ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk membeda-bedakan yang lain.
            Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliran politik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi.
Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.
Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan.

Diskriminasi di tempat kerja
Diskriminasi dapat terjadi dalam berbagai macam bentuk:
1.      dari struktur gaji,
2.      cara penerimaan karyawan,
3.      strategi yang diterapkan dalam kenaikan jabatan, atau
4.      kondisi kerja secara umum yang bersifat diskriminatif.

Diskriminasi di tempat kerja berarti mencegah seseorang memenuhi aspirasi profesional dan pribadinya tanpa mengindahkan prestasi yang dimilikinya.
Teori statistik diskriminasi berdasar pada pendapat bahwa perusahaan tidak dapat mengontrol produktivitas pekerja secara individual. Alhasil, pengusaha cenderung menyandarkan diri pada karakteristik-karakteristik kasat mata, seperti ras atau jenis kelamin, sebagai indikator produktivitas, seringkali diasumsikan anggota dari kelompok tertentu memiliki tingkat produktivitas lebih rendah.

C.    Etnosentrisme

Etnosentrisme adalah penilaian terhadap kebudayaan lain atas dasar nilai dan standar budaya sendiri. Orang-orang etnosentris menilai kelompok lain relatif terhadap kelompok atau kebudayaannya sendiri, khususnya bila berkaitan dengan bahasa, perilaku, kebiasaan, dan agama. Perbedaan dan pembagian etnis ini mendefinisikan kekhasan identitas budaya setiap suku bangsa. Etnosentrisme mungkin tampak atau tidak tampak, dan meski dianggap sebagai kecenderungan alamiah dari psikologi manusia, etnosentrisme memiliki konotasi negatif di dalam masyarakat.


Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar