SyNAPSE
SyNAPSE
adalah program DARPA yang bertujuan untuk mengembangkan teknologi mesin
neuromorfik elektronik, upaya untuk membangun komputer kognitif jenis baru
dengan bentuk, fungsi, dan arsitektur yang mirip dengan otak mamalia . Otak
artifisial seperti itu akan digunakan pada robot yang kecerdasannya akan
berskala dengan ukuran sistem saraf dalam hal jumlah total neuron dan sinapsis
dan konektivitasnya.
SyNAPSE
adalah singkatan backronym untuk Sistem Elektronik Scalable Plastik
Neuromorphic Adaptive . Nama menyinggung sinapsis , persimpangan antara neuron
biologis. Program ini dijalankan oleh HRL Laboratories (HRL), Hewlett-Packard ,
dan IBM Research . Pada bulan November 2008, IBM dan para kolaboratornya
dianugerahi $ 4,9 juta dalam pendanaan dari DARPA sementara HRL dan para
kolaboratornya dianugerahi $ 5,9 juta dalam pendanaan dari DARPA. Untuk fase
selanjutnya dari proyek, DARPA menambahkan $ 16.1 juta lebih untuk upaya IBM
sementara HRL menerima tambahan $ 10.7 juta. Pada 2011, DARPA menambahkan $ 21
juta lebih ke proyek IBM. dan tambahan $ 17,9 juta untuk proyek HRL. Tim
SyNAPSE untuk IBM dipimpin oleh Dharmendra Modha , manajer inisiatif komputasi kognitif
IBM. Tim SyNAPSE untuk HRL dipimpin oleh Narayan Srinivasa, manajer Center for
Neural and Emergent Systems HRL.
Fase
awal dari program SyNAPSE mengembangkan komponen sinaptik elektronik skala
nanometer yang mampu mengadaptasi kekuatan koneksi antara dua neuron dengan
cara yang dianalogikan dengan yang terlihat dalam sistem biologis, dan
mensimulasikan kegunaan komponen-komponen sinaptik dalam mikrosirkulasi inti
yang mendukung arsitektur sistem secara keseluruhan.
Upaya
yang berkelanjutan akan fokus pada pengembangan perangkat keras melalui tahapan
pengembangan sirkuit mikro, pengembangan proses fabrikasi, pengembangan sistem
chip tunggal, dan pengembangan sistem multi-chip. Untuk mendukung pengembangan
perangkat keras ini, program ini berupaya mengembangkan arsitektur dan alat
desain yang semakin mampu, simulasi komputer berskala sangat besar dari sistem
elektronik neuromorfik untuk memberi tahu para perancang dan memvalidasi
perangkat keras sebelum pembuatan, dan lingkungan virtual untuk pelatihan dan
pengujian sistem neuromorfik disimulasikan dan perangkat keras.
Tren Teknologi Masa Depan
1.
Augmented Creativity
Cloud
AI diprediksikan akan berperan banyak dalam memangkas biaya dan kendala yang
selama ini dihadapi dalam pelaksanaan eksperimen berbasis sains, menciptakan
inovasi, hingga di bidang seni. Hal ini diharapkan akan dapat membuka ceruk
baru untuk menghasilkan talenta kreatif di industri. GIV memprediksikan bahwa
97 persen perusahaan berskala besar akan menggelar teknologi AI di sistem
mereka.
2.
Robotika di kehidupan sehari-hari
Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang material, AI perseptual, hingga
jaringan menjadi pemacu makin gencarnya pengadopsian robotika dalam kehidupan
sehari-hari maupun untuk mendukung kebutuhan personal lainnya. GIV bahkan
memprediksikan bahwa tingkat penetrasi robotika untuk rumahan akan tumbuh
hingga 14 persen secara global.
3.
Ekonomi Simbiotik
Diadopsinya
teknologi digital dan aplikasi-aplikasi cerdas oleh perusahaan-perusahaan di
seluruh dunia diharapkan akan menjadi pendorong terciptanya kolaborasi yang
kian kuat, mendukung perusahaan untuk saling berbagi sumber daya demi
terwujudnya ekosistem global yang kuat dan produktivitas yang meningkat. GIV
memprediksikan bahwa nantinya seluruh perusahaan akan memanfaatkan teknologi
awan dan 85 persen dari seluruh aplikasi yang digunakan dalam bisnis akan
berbasis di awan.
4.
Zero Search
Di
masa depan, teknologi informasilah yang justru akan merengkuh kita. Hal ini
seiring dengan makin berkembangnya perangkat teknologi berbasis data
(data-driven) yang telah dilengkapi dengan sensor sehingga mampu mengantisipasi
setiap kebutuhan manusia. Model pencarian di masa depan tak lagi membutuhkan
tombol untuk memberi perintah. Kehidupan sosial akan terbangun dengan mudahnya.
Industri akan menerima manfaat besar dari “zero-search maintenance”. GIV
memprediksikan bahwa 90 persen pemilik perangkat cerdas akan mengaktifkan
teknologi personal assistants cerdas untuk keperluan sehari-hari.
5.
Bekerja Berdampingan Dengan Robot
Usai
keberhasilannya mendorong terlaksananya transformasi di berbagai lini industri,
smart automation diprediksikan akan menjangkau lebih jauh lagi di area-area
yang membutuhkan presisi tinggi, sarat bahaya, hingga kebutuhan manufaktur yang
repetitif dalam rangka mendorong tumbuhnya produktivitas dan keselamatan kerja.
GIV memprediksi untuk setiap 10.000 pekerja akan berdampingan dengan 103 robot
di tiap-tiap industri.
6.
Super Sight
Tingginya
penerapan teknologi 5G, VR/AR, machine learning, dan sejumlah teknologi
berkembang lainnya dalam kehidupan sehari-hari telah membuka cakrawala baru di
dunia teknologi. Kemajuan kehidupan manusia, serta tumbuhnya budaya dan bisnis
tak lagi dipengaruhi oleh jarak, distorsi ruang dan permukaan, maupun masa
lalu. GIV memprediksikan jumlah perusahaan yang memanfaatkan teknologi AR/VR
akan meningkat sebesar 10 persen.
7.
Sistem Transportasi Cerdas
Sistem
transportasi cerdas diprediksikan akan mampu membangun keterhubungan antara
manusia, kendaraan, dan infrastruktur yang mendorong sistem lalu lintas bebas
macet, sistem tanggap kedaruratan yang baik di masa depan, serta beragam fungsi
lain yang memudahkan kehidupan manusia. GIV memprediksikan bahwa nantinya 15
persen kendaraan akan dilengkapi dengan teknologi Cellular
Vehicle-to-Everything.Gelaran 5G Semakin Cepat: 5G sudah di depan mata dan jauh
lebih cepat dari generasi nirkabel pendahulunya. Kehadirannya membawa potensi
yang besar bagi manusia, bisnis, dan masyarakat. GIV memprediksikan bahwa pada tahun 2025, 58
persen populasi penduduk di dunia akan dapat menikmati akses 5G.
8.
Tata Kelola Digital Global
Kemajuan
teknologi digital perlu berjalan selaras dengan regulasi terkait dalam berbagi
data dan setiap penggunaannya. GIV memprediksi pada tahun 2025 bahwa volume
data secara global akan mencapai 180 ZB (1 ZB = 1 trillion GB) tiap tahunnya.
9.
Komunikasi Bebas Hambatan
AI
dan analitik big data akan berperan besar dalam membangun komunikasi yang bebas
hambatan antara perusahaan dengan pelanggan. Hal ini diharapkan akan mampu
mendobrak kendala bahasa diantara mereka. Akurasi, pemahaman yang baik, serta
kepercayaan menjadi faktor utama diwujudkannya sistem komunikasi masa depan. GIV
memprediksikan bahwa nantinya 86 persen data yang dihasilkan oleh
perusahaan-perusahaan di dunia akan digunakan secara optimal oleh mereka.
Cloud Computing
Cloud
computing mungkin masih samar terdengar bagi orang awam. Tetapi keberadaan
cloud computing di era digital kini sebenarnya telah terasa di tengah
masyarakat dalam kehidupan sehari hari seperti penggunaan email dan juga media
sosial.
Secara
umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan
teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan
berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau
aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama,
tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.
Teknologi
komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan
internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna.
Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa
instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui
komputer dengan akses internet.
A.
Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan
Dalam Kehidupan Sehari – hari.
1. Semua
Data Tersimpan di Server Secara Terpusat
Salah satu keunggulan
teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara
terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia
layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot
repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media
penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.
2. Keamanan
Data
Keamanan data pengguna
dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan
Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi,
dll.
3. Fleksibilitas
dan Skalabilitas yang Tinggi
Teknologi Cloud
menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita
berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain
itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas
penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan
salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa
membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang
percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.
4. Investasi
Jangka Panjang
Penghematan biaya akan pembelian
inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan
pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket
layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti
atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat
komputasi berbasis Cloud.
Penerapan
Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia
seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative,
Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows
Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud juga dapat
dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program kasir.
Salah
satu perusahaan yang mengembangkan produknya berbasis dengan sistem Cloud
adalah DealPOS. Metode kerja Point of Sale (POS) ini adalah dengan
mendistribusikan data penjualan toko retail yang telah diinput oleh kasir ke
pemilik toko retail melalui internet dimanapun pemilik toko berada. Selain itu, perusahaan telekomunikasi ternama
nasional, Telkom juga turut mengembangkan sistem komputasi berbasis Cloud ini
melalui Telkom Cloud dengan program Telkom VPS dan Telkom Collaboration yang
diarahkan untuk pelanggan UKM (Usaha Kecil-Menengah).
B.
Cara Kerja Sistem Cloud Computing
Sistem
Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem
ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program
untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi.
Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari
pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah –
perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di
server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan
disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang
diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.
Contohnya
lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun Gmail. Data di beberapa server
diintegrasikan secara global tanpa harus mendownload software untuk
menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi internet dan semua data
dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google. Software dan juga memori atas
data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi secara langsung
melalui sistem Cloud menggunakan komputer yang terhubung ke internet.
Mobile Computing
Mobile
computing adalah seperangkat benda atau teknologi yang memiliki teknologi
secanggih yang sering disebut sebagai mobile computer (portable computer) dan
mampu melakukan komunikasi dengan jaringan tanpa kabel (nirkabel) walaupun user
atau pengguna dari alat tersebut sedang melakukan perpindahan.
Mobile computing juga merupakan
teknologi yang dapat melakukan system distribusi data saat bergerak bebas dan
dapat melakukan koneksi kembali pada lokasi jaringan yang berbeda.
A.
Jenis-jenis Mobile Computing
1. Laptop
Laptop atau notebook
adalah komputer bergerak yang ukurannya relative kecil, dengan berat antara 1-6
kg. Fungsi laptop hamper sama dengan komputer desktop, hanya ukurannya yang
diperkecil. Kebanyakan laptop menggunakan LCD yang ukurannya antara 10-17 inch.
Sifat utama laptop yaitu ukurannya yang kecil, mudah dibawa kemana saja dan
hemat energy. Karena banyak kelebihan yang dimiliki laptop maka harga laptop
relative lebih mahal daripada komputer desktop.
2. PDA
(Personal Digital Assitant)
Alat elektronik
berbasis komputer yang bisa dibawa kemana saja. Ciri khas PDA adalah
touchscreen. Pada awalnya digunakan untuk mengorganisasi diri sendiri, tetapi
seiring berjalannya waktu pengunaan PDA makin banyak, antara lain mengirim
e-mail, akses internet, games, penggunaan GPS, rekam video dan jaringan
wireless.
3. Smartphone
Perangkat komunikasi
elektronik yang bisa dibawa-bawa dan tidak perlu kabel untuk menghubungkan
jaringan komputer. Dengan kata lain, smartphone adalah miniature komputer
dengan kemampuan ponsel. Umumnya terdapat dua jaringan smartphone yaitu GSM
(Global System for Mobile Telecommunications) dan CDMA (Code Division Multiple
Acces). Carputer
Perangkat computing yang bisa
dipasang di mobil. Biasanya digunakan untuk pemutar DVD, GPS, pengeras
suara dan Bluetooth
B.
Kelebihan Mobile Computing
1. Extreme
Personalization
Artinya, mobile
computing telah menjadi barang yang sangat penting bagi orang. Hal ini
diumpamakan dengan kalimat ponsel diantara dompet dan kunci motor, dimana
berarti ponsel yang termasuk mobile computer sama pentingnya dengan dompet dan
kunci motor. Karena pentingnya itu, mobile computer kerap dipakai untuk
menyimpan segala informasi pribadi.
2. Pengaksesan
Informasi setiap saat dan dimanapun
Dengan sifatnya yang
portable atau dapat dibawa kemana-mana dan bila didukung dengan koneksi
internet, mobile computer dapat digunakan untuk bekerja, atau berbelanja secara
online, maupun bermain dimana saja dan kapan saja. Tentu hal ini sangat
memanjakan pengguna mobile computer.
3. Kompatible
yang tinggi dengan teknologi lain
Dengan kecanggihan yang
dimiliki, mobile computer compatible dengan teknologi lain, sehingga mobile
computer dapat memanfaatkan teknologi lain demi kemudahan sang pemakai.
4. Cocok
untuk daerah yang belum ada infrastruktur.
C.
Kelemahan Mobile Computing
1. Kurangnya
Bandwith
Akses internet pada
peralatan umumnya lebih lambat dibandingkan dengan koneksi kabel, dengan
menggunakan teknologi seperti GPRS, EDGE dan jaringan 3G. LAN nirkabel
berkecepatan tinggi tidak mahal, tetapi memiliki rentang yang sangat terbatas.
2. Konsumsi
Tenaga
Ketika generator
portable tidak tersedia, komputer mobile harus bergantung sepenuh padanya daya
baterai. Artinya, baterai yang mahal harus digunakan agar masa pakai baterai
yang diperlukan.
3. Gangguan
Transmisi
Faktor-faktor yang
menyebabkan gangguan sinyal pada mobile computing seperti cuaca, jarak alat
mobile computing dengan titik pemancar sinyal terdekat. Selain itu penerimaan
sinyal di dalam terowongan, di beberapa gedung dan daerah pedesaan seringkali
buruk.
4. Potensi
Terjadinya Kecelakaan
Banyak kecelakaan
kendaraan baik mobil maupun motor sering disebabkan oleh pengendaranya yang
menggunakan mobile saat sedang berkendara. Selain itu penggunaan mobile yang
lama dapat menyebabkan gangguan kesehatan.
5. Antarmuka
Pengguna dengan Alat
Layar keyboard yang cenderung kecil
membuat peralatan tersebut sulit digunakan. Input alternative seperti input
suara atau pengenalan tulisan tangan membutuhkan pelatihan untuk
menggunakannya.
Ubiquitous Computing
Ubiquitous
Computing adalah adalah metode untuk meningkatkan penggunaan komputer dengan
membuat banyak komputer tersedia di seluruh lingkungan fisik, tetapi membuat
mereka secara efektif terlihat oleh pengguna. Teknologi yang paling mendalam
adalah mereka yang hilang. Mereka menenun sendiri ke dalam kain kehidupan
sehari-hari sampai mereka bisa dibedakan dari itu.
Ubiquitous
Computing disebut sebagai gelombang ketiga dalam komputasi. Yang pertama adalah
konsep mainframe, dimana sebuah mesin dipakai oleh banyak orang bersamaan (one
computer, many people). Sekarang kita berada pada era personal computer
(komputer pribadi) yaitu seseorang menggunakan masing-masing mesin yang
dimilikinya (one person, one computer). Karena komputer menjadi semakin murah
dan menjadi sangat lazim, selanjutnya akan datang masa Ubiquitous Computing dan
menjadi era “one person, many computers”.
Terdapat
2 sifat utama dari Ubiquitous Computing yakni Ubiquity dan Transparency.
Ubiquity adalah merupakan interaksi yang tidak dilakukan oleh suatu saluran melalui
satu workstation. Akses ke komputer dapat dilakukan di mana saja. Sebagai
contoh, di suatu kantor ada puluhan komputer, layar display, dan sebagainya
dengan ukuran bervariasi mulai dari tombol seukuran jam tangan, Pads sebesar
notebook, sampai papan informasi sebesar papan tulis yang semuanya terhubung ke
satu jaringan. Jaringan nirkabel akan tersedia secara luas untuk mendukung
aksesbergerakdanaksesjarakjauh. Sedangkan transparency merupakan teknologi yang
tidak menganggu keberadaan pemakai, tidak terlihat dan terintegrasi dalam suatu
ekologi yang mencakup perkantoran, perumahan, supermarket, dan sebagainya.
A.
Karakteristik Lingkungan Ubiquitous
Computing
1. Personal
Device
Pemakai dilengkapi
dengan peralatan pribadi yang mudah dibawa (portable) seperti: PDA, smart
phone, komputer kecil yang mudah dibawa, atau sejumlah peralatan nirkabel yang
saling terhubung membentuk suatu Body Area Network. Peralatan-peralatan
tersebut secara dinamis dapat menyesuaikan jenis protokol radio yang berbeda.
2. Network
Architecture
Para pemakai bergerak
dalam suatu jaringan komunikasi nirkabel heterogen yang membentuk suatu
jaringan berkabel yang lebih luas. Peralatan pemakai saling terhubung
menggunakan jaringan nirkabel berbasis infrastruktur. Peralatan-peralatan
tersebut juga dapat berhubungan dengan peralatan, sensor, dan layanan yang ada
di lingkungan.
3. Service
Provisioning
Layanan bagi pemakai
disediakan di berbagai tempat berbeda dalam lingkungan AmI di mana pemakai
dapat menggunakan layanan yang tersedia dengan sumber-sumber daya yang
terhubung tanpa kabel. Layanan-layanan ini diberikan oleh suatu sistem layanan
gabungan dengan application server yang dapat diakses melalui infrastruktur
jaringan
4. Sensing
Architecture
Untuk mendukung
pemberian layanan-layanan tersebut, lingkungan AmI dilengkapi berbagai jenis
sensor. Sensor ini membuat interaksi antara pemakai dengan jenis layanan yang
dibutuhkan menjadi lebih efisien. Sensor ini akan menangkap informasi dari
lingkungan secara terus-menerus dan memantau aktivitas yang dilakukan para
pemakai. Sensor ini kemudian membawa informasi tersebut ke sebuah modul AmI
yang akan memprosesnya dalam suatu aplikasi. Jenis sensor yang digunakan
meliputi jenis sensor tradisional seperti: sensor suhu, tekanan, cahaya,
kelembaban udara, dan sensor-sensor yang lebih kompleks, seperti kamera yang
dihubungkan dengan jaringan kabel. Dengan demikian, infrastruktur AmI harus
dapat menangkap informasi-informasi dari peralatan-peralatan sensor tersebut.
5. Modes
of Interaction
Pemakai berinteraksi
dengan layanan melalui suatu multimodal user interface yang menggunakan
peralatan pribadi untuk berkomunikasi. Multimodal communication memungkinkan pemakai mangakses
layanan tidak hanya pada saat mereka duduk di depan PC, tetapi juga pada saat
mereka bergerak bebas dalam lingkungan AmI.
B.
Ubiquitous computing mempunyai beberapa
spesifikasi teknis sebagai berikut:
1. Terminal
& user interface
Peralatan yang
digunakan sebaiknya mempunyai kualitas tampilan yang bagus dan responsif
terhadap input dari pemakai. Walaupun dengan ukuran display yang terbatas,
penggunaanya harus intuitif dengan tampilan yang bersih menggunakan alat input
yang berbeda seperti: pen, handwriting recognition dan speech recognition.
2. Peralatan
yang murah
Jika kita membangun
sebuah sistem dengan banyak komputer untuk satu pemakai, biaya satu komputer
hendaklah tidak terlalu mahal. Meskipun komputer biasa pada umumnya relatif
lebih mahal, kamputer ini tidak dapat digunakan untuk ubiquitous computing.
Tidak semua komputer dalam ubiquitous computing memerlukan prosesor dan
harddisk dengan spesifikasi seperti dalam komputer biasa.
3. Bandwidth
tinggi
Kebutuhan lain dari
ubiquitous computing adalah mempunyai bandwidth jaringan yang cukup untuk
melakukan komunikasi antara peralatan-peralatan yang digunakan. Selain masalah
bandwidth, ada beberapa faktor lain yang perlu dipertimbangkan berkaitan dengan
transformasi data melalui jaringan, antara lain: lokasi terminal untuk mobile
communication, penggunaan frekuensi yang tepat, menjaga kualitas layanan,
enkripsi data, dan mengurangi gangguan-gangguan laten terhadap jaringan.
4. Sistem
file tersembunyi
Ketika seorang pemakai
menggunakan komputer, dia harus belajar beberapa aspek dasar tentang sistem
operasi dan konsep-konsep file serta struktur direktori. Hal ini mengakibatkan
pemakai akan lebih terfokus pada bagaimana informasi akan disimpan, bukan pada
informasi itu sendiri. Salah satu kebutuhan ubiquitous computing adalah bahwa
komputer harus tersembunyi. Komputer harus dapat “memahami” kondisi pemakai.
Sebagai contoh, melalui penggunaan voice recognition atau interface lainnya
yang memungkinkan pemakai melakukan akses tanpa harus mengetahui nama file
tertentu, lokasi atau format file tersebut.
5. Instalasi
otomatis
Ubiquitous computing
harus dapat mengeliminasi kebutuhan instalasi program. Dalam sistem
konvensional, seringkali diperlukan instalasi program yang dapat menimbulkan
masalah, dan dalam beberapa kasus harus melibatkan pemakai. Konsep ini tidak
berlaku dalam ubiquitous computing. Program harus dapat berpindah dari sebuah
computer ke komputer lain tanpa harus mengubah konfigurasi dasar dalam
menjalankan suatu program baru. Salah satu alternatif adalah dengan menggunakan
bahasa pemrograman Java yang dapat dipindahkan ke komputerlain dengan mudah
(platform-independent).
6. Personalisasi
informasi
Akan lebih baik jika
ubiquitous computing system dapat menjaga agar informasi yang tersedia dapat
digunakan sesuai kebutuhan pemakai. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, salah satu
pendekatan yang dapat dilakukan adalah setiap kali ada seseorang yang baru
bergabung dalam sebuah komunitas, profil pribadi orang tersebut harus
ditambahkan ke setiap peralatan yang ada.
7. Privasi
Salah satu masalah yang paling
penting dalam ubiquitous computing adalah resiko privasi yang serius. Sistem
ini dapat menyimpan data-data pemakai dan lokasinya yang mungkin dapat diakses
oleh pemakai lain. Teknologi jaringan yang baru seperti infra merah atau
komunikasi radio nir kabel menggunakan enkripsi untuk menjaga keamanan data.
Berdasarkan fakta-fakta
yang digambarkan di atas, muncul suatu pemikiran bahwa trend teknologi
informasi di Indonesia akan mengarah ke ubiquitous computing yang merupakan
konsep dasar dari teknologi Ambient Intelligence. Beberapa faktor yang menjadi
pertimbangan akan potensi penggunaan teknologi AmI di Indonesia ini adalah
sebagai berikut:
1. Semakin
berkembangnya teknologi jaringan khususnya jaringan nirkabel yang memungkinkan
transfer data dapat dilakukan dengan lebih cepat dengan biaya yang relatif
lebih kecil.
2. Tingkat kemampuan
masyarakat dalam menggunakan atau membelikomputer dengan kemampuan tinggi.
Walaupun masih terbatas untuk kalangantertentu, seperti pelajar, mahasiswa,
profesional, pelaku bisnis dan sebagainya, namun pemakaiannya sudah semakin
menyebar sehingga orang awam pun sudah terbiasa dengan lingkungan di mana
komputer merupakan alat bantu dalam kegiatan-kegiatansehari-hari.
3. Cepatnya
perkembangan dan penyebaran teknologi komunikasi di kalangan masyarakat luas
memenuhi kebutuhan ubiquitous communication yang merupakan salah satu pilar
teknologi Ambient Intelligence.
4. Kebutuhan sumber
daya manusia di bidang teknologi informasi yang sudah semakin banyak tersedia.
Ketersediaan sumber daya manusia ini didukung oleh semakin berkembangnya
sekolah-sekolah tinggi dan universitas-universitas yang khusus mendalami bidang
ilmu komputer dan teknologi informasi.
5. Situasi lingkungan
yang menuntut tersedianya fasilitas pelayanan yang lebih efisien dan cepat.
Jumlah populasi penduduk yang terus meningkat akan menimbulkan masalah kualitas
pelayanan dari berbagai instansi yang melayani masyarakat luas. Masalah-masalah
tersebut antara lain: antrian yang disebabkan banyaknya orang yang memerlukan
layanan yang sama pada saat yang sama, kepadatan lalu-lintas yang juga
disebabkan oleh makin banyaknya orang memerlukan layanan. Bukan hanya pelayanan
transportasi, tapi juga pelayanan-pelayanan lain yang memerlukan transportasi
karena mereka harus datang ke lokasi.
C.
Arsitektur Ubiquitous
Peranan
Ubiquitous computing di kehidupan sehari Dan juga kelebihan dan kekurangannya.
Pada sebuah lingkungan Ubiquitous Computing yang menghubungkan control
penerangan(lampu) dan pemanas ruangan dengan alat yang di pasang pada pakaian
kita sehingga kondisi penerangan dan suhu ruangan dapat di modulisasi secara
terus menerus dan tak terlihat.
D.
Contoh Ubiquitous Computing
1. Handphone
2. E-learning
3. Mobil
4. Ruangan
5. Kulkas
E.
Kelebihan dan Kekurangan Ubiquitous
Computing
1. Handphone
a. Kelebihan
Kita dapat mengakses
informasi dimana saja dengan gadget yang di miliki seperti
handphone,smartphone,tablet
b. Kekurangan
Penyalahgunaan
kemudahan mengakses informasi .contoh mengakses informasi tentang soal yang
sedang di ujikan pada saat ujian
2. Elearning
a. Kelebihan
Memberikan kemudahan
kepada seluruh mahasiswa atau pun pelajar dalam belajar tanpa harus dating
langsung ke kampus atau sekolah
b. Kekurangan
Membuat mahasiswa atau
pun pelajar menjadi malas karena tanpa ada pengawasan guru atau pun dosen
3. Mobil
a. Kelebihan
Sang engineer telah di
lengkapi dengan sebuah badge pintar berisi microchip jadi saat mobilnya
mendekati gerbang pagar rumah dan pemancaran mengenai kendaraan tersebut secara
otomatis gerbang akan terbuka.
b. Kekurangan
Hanya mobil tertentu
saja yang bias membuka gerbang pagar rumah tersebut
4. Ruangan
a. Kelebihan
Ruangan yang di pasang
device pemancar yang secara otomatis akan mengaktifkan sensor pada saat ia
memasuki ruangan kerjanya akan terbuka secara otomatis.
b. Kekurangan
Terjadi pemborosan
listrik secara berlebihan karena system menyala tanpa di perlukan
5. Kulkas
a. Keuntungan
Kulkas yang berada di
rumah kita yang terhubung dengan jaringan komputasi berskala besar, jika isi
kulkas kosong ,maka otomatis kulkas mengirim sinyal ke salah satu supermarket
yang ada dalam jaringan melalui sensor yang di milikinya ,dan secara otomatis
pihak supermarket mengisi kulkas anda tanpa perlu bersusah payah mengisinya.
b. Kekurangan
Tidak semua barang bias update
,karena hanya barang yang bias di pilih
Nano Science
Teknologi
nano atau yang sering disebut dengan nanotechnologyadalah suatu pembelajaran
tentang pengendalian sesuatu dalam skala atom atau molekul. Ukuran nano itu
sendiri adalah 1 sampai 100 nm (nanometer). Satu nano meter sama dengan
1/1.000.000 milimeter. Teknologi nano berkaitan dengan penciptaan benda-benda
kecil, yang didalamnya tergabung beberapa ilmu, diantaranya adalah kimia,
fisika, elektro dan biologi molekuler.
A.
Sejarah Perkembangan
Richard
Feynmen adalah orang yang pertama kali mendiskusikan tentang teknologi nano
pada tahun 1959 dalam kuliahnya yang berjudul “Masih Banyak Ruang di Bagian
Paling Bawah” di pertemuan tahunanAmerican Physical Society. Namun Norio
Taniguchi adalah orang yang dianggap menciptakan istilah nanotechnology dalam
konferensinya yang berjudul “Konsep Dasar Teknologi Nano” pada tahun 1974.
Sekarang,
perkembangan teknologi nano sangat pesat. Semakin kecil ukurannya semakin besar
pula kekuatannya. Namun, tidak semua teknologi nano itu benar-benar nano.
Sedangkan di beberapa kasus, teknologi nano tersebut bukan merupakan teknologi
melainkan merupakan penelitian dasar terhadap struktur-struktur yang berskala
nanometer.
Negara-negara
maju kini berlomba-lomba dalam pengembangan teknologi nano. Mereka berpendapat
bahwa teknologi nano adalah teknologi masa depan yang bernilai ekonomi tinggi,
sehingga patut untuk dikembangkan.
B.
Penerapan Teknologi Nano
1. Penahan
cahaya pada jendela
Penahan cahaya pada
jendela sering disebut dengan kaca film. Gunanya adalah untuk menahan panas
sehingga ruangan di dalam tetap sejuk. Kaca film ini biasanya digunakan pada
kaca mobil, gedung maupun rumah. Kaca film jenis biasa tidak dapat menahan
sinar infra merah dekat, sehingga ruangan masih terasa panas. Dengan
menambahkan sedikit partikel nano Lanthanum Hexaborida(LaB6) di polimer kaca
film, efisiensi penyerapan sinar infra merah dekat dapat ditingkatkan sehingga
ruangan tidak lagi terasa panas.
2. Terapi
Fotodinamik
Terapi fotodinamik
adalah suatu terapi yang menggunakan molekul peka cahaya (photosensitizers,
PSs) yang cenderung berkumpul pada sel tumor. Jika diradiasi dengan gelombang
tertentu akan membentuk spesies oksigen reaktif yang akan membunuh sel kanker
di dekatnya. Namun, PSs tidak dapat langsung dimasukkan ke dalam tubuh.
Dibutuhkan suatu pembawa PSs ke sel kanker tanpa efek samping yang mengganggu. Partikel
nano keramiklah yang dapat membawa PSs secara aman dan dapat melindungi PSs
dari pengaruh pH ataupun temperatur.
3. Alternatif
penyimpan data
Jarum nano yang digagaskan oleh
Petter Vettiger dan Gerd Binnig dapat digunakan sebagai alat penyimpan data
yang disebutMillipede. Sebuah jarum berukuran nano ditempelkan di penyangga
yang dipasang di atas lembaran polimer. Jika penyangga dipanaskan pada suhu
tinggi, jarum akan membuat identasi pada polimer. Dengan cara ini, data dapat
disimpan, dihapus, dan dibaca ulang dengan cepat dan tahan lama.
Grid Technology
Grid
computing merupakan salah satu jenis dari komputasi modern. Grid computing
adalah arsitektur yang menghasilkan sistem informasi perusahaan yang berbiaya
rendah dan lebih adaptif terhadap bisnis. Grid computing juga dapat diartikan
resource dan penyelesaian masalah terkoordinasi dalam organisasi virtual yang
dinamis dan multi-institusional. Grid computing memiliki perbedaan yang lebih menonjol
dan diterapkan pada sisi infrastruktur dari penyelesaian suatu proses. Grid
computing adalah suatu bentuk cluster (gabungan) komputer – komputer yang
cenderung tak terikat batasan geografi.
Pemilihan
nama Grid sendiri adalah sebagai bentuk kiasan bagi pembuatan computer power
agar dapat diakses semudah mengakses electric power, sehingga harus memiliki
kemampuan untuk mengakses computing power (CPUs), aplikasi perangkat lunak dan
data penelitian dalam suatu bentuk “on-demand”.
A.
Konsep Dasar Dalam Grid Computing:
1. Sumber
daya dikelola dan dikendalikan secara lokal.
2. Sumber
daya berbeda dapat mempunyai kebijakan dan mekanisme berbeda, mencakup Sumber
daya komputasi dikelola oleh sistem batch berbeda, Sistem storage berbeda pada
node berbeda, Kebijakan berbeda dipercayakan kepada user yang sama pada sumber
daya berbeda pada Grid.
3. Sifat
alami dinamis: Sumber daya dan pengguna dapat sering berubah
4. Lingkungan
kolaboratif bagi e-community (komunitas elektronik, di internet)
B.
Secara umum, elemen-elemen dari
infrastruktur Grid
1. Hardware/Sumber
daya
(Dibuat tersedia dari
site-site berbeda yang terdistribusi secara geografis, mencakup
CPU/Storage/Instruments, dll…)
2. Software
Sesuatu yang
menghubungkan bersama-sama semua sumber daya ini: Beberapa aplikasi untuk
menggunakan sumber daya komputasi yang dibuat tersedia
3. Orang-orang
Siapa yang memelihara
Grid, dan Siapa yang menggunakan Grid
Middleware adalah
lapisan atau layer perangkat lunak (software) yang terletak antara sistem operasi
dan aplikasi. Elemen-elemen dasar dari Middleware ini adalah
1.
Keamanan (security)
2.
Pengelolaan sumber daya (resource
management)
3.
Pengelolaan data (data management)
4.
Layanan informasi (information
services).
Tiga hal yang di
sharing dalam sebuah sistem grid antara lain : Resource, Network dan Proses.
Kegunaan atau layanan dari sistem grid sendiri adalah untuk melakukan high
throughput computing dibidang penelitian, ataupun proses komputasi lain yang
memerlukan banyak resource computer
Berikut ini contoh Beberapa
kluster/grid computing yang ada di Indonesia adalah:
1.
LIPI Public Cluster
(http://www.cluster.lipi.go.id/)
2.
Kluster Rekayasa Komputasional ITB
(http://computational.engineering.or.id)
3.
NL Grid UGM
(http://grid.te.ugm.ac.id/docs/)
4.
Grid UI (http://grid.ui.ac.id/)
Penggunaan Grid
Computing System untuk perusahaan-perusahaan akan banyak memberikan manfaat,
baik manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa manfaat tersebut
antara lain :
1.
Grid computing menjanjikan peningkatan
utilitas, dan fleksibilitas yang lebih besar untuk sumberdaya infrastruktur,
aplikasi dan informasi. Dan juga menjanjikan peningkatan produktivitas kerja
perusahaan.
2.
Grid computing bisa memberi penghematan
uang, baik dari sisi investasi modal maupun operating cost–nya.
Dan beberapa hambatan
yang dialami oleh masyarakat Indonesia dalam mengaplikasikan teknologi grid
computing adalah sebagai berikut :
1.
Manajemen institusi yang terlalu
birokratis menyebabkan mereka enggan untuk merelakan fasilitas yang dimiliki
untuk digunakan secara bersama agar mendapatkan manfaat yan lebih besar bagi
masyarakat luas.
2.
Masih sedikitnya Sumber Daya Manusia
yang kompeten dalam mengelola grid computing. Contonhya kurangnya pengetahuan
yang mencukupi bagi teknisi IT maupun user non teknisi mengenai manfaat dari
grid computing itu sendiri.
Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3
Sumber 4
Sumber 5
Sumber 6
Tidak ada komentar:
Posting Komentar